Rabu, 06 Februari 2013

Mabit Tahun Baru 2012


Pada hari tanggal 31 Desember 2012 kemaren adalah hari yang sangat membahagiakan dan mengesankan bagiku, karena aku bisa mengikuti acara mabit (malam bina iman dan takwa). Mabit selain menjadi moment bermuhasabah juga menjadi media untuk berbagi ilmu mengenai persoalan keislaman.
Mabit tahun baruan itu di adakan di mesjid Tijanul Anwar.
Malam mabit itu bertepatan dengan tahun baru 2012 masehi, ketika para remaja dan orang-orang di luar disibukan dengan meniup terompet dan menyalakan petasan kembang api. Aku dan teman-temanku  mengikuti kegiatan mabit.
Sebelum berangkat aku membereskan barang-barang yang akan dibawa.
aku pergi ke mesjid Tijan di antar oleh orangtuaku. Rasanya ingin sekali mabit tahun baru bersama keluargaku, tapi kerena ada suatu hal, jadi aku hanya bisa mabit bersama teman temanku.
Acara dimulai ba’da magrib, tapi karena ingin mendapat tempat di depan ba’da ashar semua telah berkumpul di mesjid tijanul anwar. Tak tanya peserta dari sukabumi saja, tapi ada juga peserta dari luar sukabumi seperti dari nagrak, cianjur. Namun di mabit ini peserta di dominasi oleh para pelajar dan mahasiswa.
Adzan magrib pun telah berkumandang, dan berarti acara mabit pun akan di mulai.
kita semua sholat berjamaah magrib dengan imam ka Ahmad Muhajir (sebenarnya ustad tapi ka ahmad ga mau di panggil ustad -_-)
Sambil menunggu waktu isya, setelah sholat magrib kami berdzikir Al-Ma’thurat yaitu wirid, doa, dzikir dan istigfar.
Namun ketika waktu isya hampir tiba, Allah pun menurunkan rahmatNya lewat hujan ternyata itu tidak hanya siraman hujan yang terjadi, tapi di ruangan itu lampu yang menerangi mesjid itu pun mati, semua menjadi gelap.
Tiba-tiba tanpa ada aba-aba  mulai terdengar suara tangisan dari para jamaah disana termasuk saya benar benar mendapatkan feel seperti ada yang memberi bisikan untuk ingat terhadap maut. Bagaimana tidak.. di dunia saja tidak diberi penerang hanya karena mati lampu sudah gelap begini, apalagi ketika kita di liang lahat. Masih mending ketika mati lampu bisa menyalakan lilin, tapi di liang lahat apa bisa kita menyalakan lilin ?? tidak ! tidak ada seorang pun yang akan memberikan penerangan cahaya untuk kita.

Karena sudah masuk waktu isya, walaupun gelap kami tetap melaksanakan sholat isya berjamaah. Kali ini imamnya pun masih sama yaitu ka Ahmad Muhajirin....
Dengan lembut dan al-fatihah pun dibacakan oleh imam, kekhusuan pun mulai terasa.
Dalam sholat kita berserah dan merenungkan, arti yang ada dibacaan sholat. Dan air mata kita pun mulai mengalir. Karena salah satu cara agar kita khusu dalam sholat yaitu, Memperindah bacaan Al-Qur'an dan Bacalah Al-Qur'an dengan perlahan dan usahakan untuk memahami artinya secara mendalam.
Lalu dilanjutkan dengan ceramah penjelasan tentang QS Al- Infithar (terbelah), surat ini menggambarkan kejadian-kejadian pada hari kiamat, dan menerangkan keingkaran manusia kepada karunia Allah dan bahwa segala amal perbuatan mereka itu akan mendapat balasan.
Serta renungan-renungan membuat kami menangis kembali. Karena lemas sesekali aku mencoba untuk menahan tangisan, tapi tetap saja aku menangi dan nangis lagi.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, dan ka Ahmad mengarahkan kita untuk segera beristirahat dan mengingatkan untuk bangun pukul 3 pagi untuk Qiyamul lail yang berarti sholat malam.
dan ka Ahmad berkata: “kita tidak usah menunggu detik detik tahun baru 2012 dengan meniup terompet dan peatsan kembang api. Karena yang merayakan seperti itu hanya untuk orang barat yang tidak beragama muslim. Untuk apa menunggu detik detik tahun baru tetapi perilaku kita tidak diubah menjadi diri yang baru untuk lebih baik”
Untuk para ikhwan bisa beristirhat (tidur) di mesjid tijan dan untuk para akhwat di mesjid yang ada di gang sebelah tijan.
karena kapasitas para akhwat banyak dan mesjid tidak bisa menampung semua, jadi tidak bisa semua di mesjid. Tapi alhamdulillah kami di beri lagi tempat untuk beristirahat di tk (sebelah mesjid akhwat)
Setelah menempati ruangan, kami menggelarkan sejadah untuk alas kita tidur. Lalu pergi untuk menggosok gigi. Hanya menggosok gigi saja memerlukan waktu yang lama, karena kapasitas kamar mandi terbatasn jadi kita harus antri.
Saat itu kami benar-benar bisa merasakan menjadi anak pesantren yang harus sabar antri untuk mandi dan tak jarang mereka kesiangan karena terlalu lama antri.
Ketika kami antri..
bunyi petasan kembang api dan terompet terdengar dimana mana. Yang dinyalakan oleh para peraya tahun baru diluar sana. Padahal untuk apa membuang buang uang hanya untuk membeli petasan yang dibakar itu, sama saja dengan membakar uang !

Singkat cerita...
                Pukul setengah 3 pagi kami sudah bangun. Meskipun kami hanya tidur beberapa jam. Lalu kami berbenah untuk meninggalkan tempat istirahta kami. Dan pukul 3 kami sudah ada di Mesjid Tijanul Anwar untuk melaksanakan Qiyamul lail.
“seutama-utama shalat sesudah shalat fardunilalah sholat sunat di waktu malam” (HR.Muslim)
Kita melaksanakan sholat tahajud berjamaah. Tahajudku kali itu memang bukan untuk tahajud yang pertama kali aku lakukan, tetapi tahajud kali ini benar benar pertama kali aku merasakan kekhusuan yang sampai-sampai air mataku kembali menetes.
kekhusuan di semilir angin pagi yang berhembus terasa mengenai tubuhku. karena saat itu aku mendapati tempat di teras mesjid.
“barang siapa yang meminta kepadaKu, Aku perkenankan permintaannya. Dan barang siapa meminta ampunan kepadaKu, Aku ampuni dia” (HR. Bukhari dan Muslim)
dan aku teringat dengar arti di bacaan stelah selesai sholat tahajud, diantaranya:
“janjiMu benar, pertemuan denganMu adalah benar, firmanMu benar, SurgaMu benar adanya. Neraka adalah benar dan para nabi serta nabi Muhammad adalah benar dan hari kiamat pun benar”
coba renungkan sebagain arti dari doa itu.. ! begitu banyak kesalahan yang kita perbuat ! kita ingin masuk surga, bertemu dengan Allah, nabi, Muhammad dan tak ingin masuk neraka. Tapi apakah kita layak dengan itu ? kita layak bertemu dengan Allah dan masuk surga dengan kesalahan yang telah kita perbuat ?! .... itulah yang sangat membuat aku tak kuat menahan air mataku
Lalu setalah sholat tahajud dilanjut sholat witir 2 rakaat. Kemudian selang beberapa menit kita melaksanakan sholat subuh berjamaah.






Itulah pengalaman pertama aku mabit dan pengalaman yang paling mengesankan di akhir tahun 2012 dan awal di tahun 2013 J
semoga bermanfaat
Habis Baca dan lihat jangan lupa tinggalkan komentar yaaa :)
Dina Rosita Mardiana (@dinarositam)



Sabtu, 02 Februari 2013

langkah & cara membuat Replika kue dari kain Flanel






Ini adalah kue ulang tahun dari kain flanel
Ini salah satu ide, waktu aku ngasih kado untuk seseorang ;;)

Mudah kok cara bikinnya, tapi membutuhkan kesabaran dan waktu untuk membuatnya. Apalagi waktu itu saya membuatnya sempat tertunda karena kecelakaan dan tangan saya tidak bisa di gerakan *loh kok curhat -_-*

cara membuatnya...
Bahan:
*      Kain flanel (pilih warna sesuai yang di inginkan)
*      Toples plastik bundar
*      Kotak persegi
*      Tadahan, sebagai alas untuk kue
*      Lem bakar
*      Benang
*      Gunting
*      Jarum
*      Pensil
*      Dakron / kain perca 
Cara membuatnya:
1.       Buatlah pola dasar
- untuk persegi, maka buatlah dua buah persegi untuk bagian atas dan bawah, dan persegi panjang untuk bagaian samping.
- untuk lingkarang, maka buatlah dua buah lingkaran untuk bagian atas dan bawah, dan persegi panjang untuk bagaian samping.
- gunting kain flanel sesuai pola (lingkaran dan persegi, persegi panjang)
- satukan kain flanel yang telah di gunting dengan cara memberi lem bakar disetiap keliling kainnya dan satukan. Atau menjahit keliling kain dengan tusuk feston.
2.       Buatlah orang orangan
-buatlah pola badan, kepala, pola, baju dan pola celana
-gunting bahan untuk rambut
-gunting pola tersebut
-satukan kain flanel dengan menjahit tusuk feston
-isikan pola badan & kepala dengan darkon/kain perca sampai terisi rata
-pakaikan baju dan celana dengan cara menjahitnya
-pasangkan rambut di kepalanya
-terakhir pasangkan badan orang yang telah lengkap dengan bajunya dengan kepala + rambut
3.       Tambahkan gawang, bola, bendera-bendera




SELAMAT BERKARYA..
silahkan juga coba kue flanel yang lainnya.
SEMOGA BERMANFAAT


Yaaa itulah kreasi handmade sederhana dariku.
ayoooo lebih baik memberikan hadiah untuk orang yang kita sayang dengan kreasi tangan kita sendiri, pasti akan lebih berkesan J
Habis baca dan lihat  jangan lupa tinggalkan komentarnya yaaaa.. :)
twitter: @dinarositam
fb: dina rosita mardiana





Selasa, 29 Januari 2013

SURAT FIKSI DARI IBLIS


Bacaaaaa, renungkan
SURAT FIKSI DARI IBLIS
================

Sungguh aku telah melihatmu kemarin…

Engkau memulai kehidupan seharian, engkau bangun dan pergi untuk bekerja tanpa memikirkan shalat fajar…!

Di kantor, engkau tidak peduli sama sekali tentang aturan halal haram, sebagaimana yang dilakukan oleh kawan-kawanmu…

Saat engkau pulang ke rumah, engkaupun menyantap makananmu tanpa menyebut nama Allah Sang Pemberi rizki kepadamu…

Juga tidak ada waktu untuk shalat Isya' sebelum tidur, meskipun kamu sempatkan nonton TV sampai engkau tertidur pulas …!



Engkau adalah seorang pengingkar nikmat dan penentang Pemberi nikmat. Aku sangat mencintaimu dengan kelakuanmu itu.

Kelakuanmu adalah salah satu sifat dari sifatku. Aku sangat berbahagia melihatmu hidup seperti itu.

Engkau adalah bagian dari diriku, dan aku adalah bagian dari dirimu.





Ingatlah, tahun-tahun telah berlalu, tahun berganti tahun, dan di antara kita ada hubungan intim selama puluhan tahun itu. Suatu persahabatan yang sangat panjang…!

Meskipun demikian, aku tetap tidak mencintaimu.

Aku membencimu dengan segenap hatiku…dan memusuhimu dengan segenap raga dan jiwaku…

Allah telah mengeluarkanku dari sorga setelah aku berpaling dari nikmat-Nya, dan menolak sujud kepada bapakmu, Adam…!

Aku akan berusaha terus untuk menyesatkanmu dengan segala kemampuanku agar engkau sengsara bersamaku.





Terus terang, engkau tidak menggunakan akal dalam memahami hakikat kehidupan ini.

Betapa tidak, Allah telah membuka pintu sorga dan pintu taubat dari dosa untukmu…

Akan tetapi engkau justru menghadap kepadaku… engkau mengharap janjiku, yang itu hanyalah angan-angan, dan pasti akan menghantarkanmu ke neraka…

Terima kasih wahai kekasihku…!

Sungguh aku telah bersumpah kepada Allah untuk menyesatkan seluruh anak keturunan Adam, orang-orang sepertimu…

Aku ingin sekali melaksanakan keinginanku.

Agar aku yakin… bahwa engkau mentaati perintah-perintahku…





Itulah dia, hari-hari yang telah berlalu…!

Engkau beristighatsah, meminta pertolongan dengan ahli kubur… engkau menyandarkan diri kepada mereka saat terkena musibah…

Engkau suka mengerjakan yang bid'ah dan menyelisihi Nabimu serta perintah-perintahnya, karena tidak cukup puas dengan sunnah…!

Engkau berkelompok-kelompok (hizbiyyah ashabiyyah), dengan sebuah anggapan bahwa engkau membela Islam dan memperjuangkannya. Padahal kenyataannya, engkau melayaniku dengan membantuku menjauhkan manusia dari berpegang teguh dengan manhaj salafmu…

Engkau mendengarkan nyanyian-nyanyian…

Engkau melihat film-film…

Engkau kerjakan perbuatan-perbuatan keji dan hal-hal yang diharamkan…

Engkau melaknat manusia… mencuri… menipu… berkhianat… dan seterusnya…





Terima kasih kawan, atas semuanya. Sungguh engkau telah membahagiakanku.

Karena dengan entengnya engkau telah membuat murka Allah…!

Maka marilah sahabat… kita terbakar bersama-sama…!

Di hadapan kita masih banyak langkah untuk kita berdua.

Aku tertawa mengejekmu, saat melihatmu melakukan maksiat dengan disertai tertawaan yang memenuhi tempat tersebut, seakan-akan engkau menantang keagungan Allah…!

Aku menginginkanmu wahai kekasih, agar engkau menyebarkan kerusakan di antara manusia sesamamu…





Doronglah mereka untuk melakukan perbuatan maksiat dan dosa! Tuntunlah mereka, agar bermaksiat kepada Allah dengan segenap cara yang kau mampu! Sebarkanlah di antara mereka film-film dan nyanyian-nyanyian, serta berbagai permainan…!

Setiap kali engkau melihat seseorang beribadah kepada Allah, jangan lupa menghina mereka…

Mencemooh penampilannya, hingga engkau membuatku tertawa.

Maaf… aku sekarang ada urusan… aku akan meninggalkanmu, menyemangati orang-orang lain sepertimu. Cukuplah bagimu pasukanku setan-setan bangsa jin, kelak aku akan kembali.

Melanjutkan kerjasama kita, memikirkan langkah baru bagi maksiat baru…!





Seandainya engkau cerdas, tentu engkau akan lari dariku.

Kemudian engkau memohon ampunan kepada Allah dari dosa-dosamu.

Lalu engkau hidup dalam ketaatan kepada Allah di tahun-tahun akhir dari usiamu yang tinggal sedikit ini…!

Hingga engkau mendapatkan pahala serta kenikmatan iman, sebelum ridha Allah Subhanaahu wa Ta`ala yang abadi di dalam sorga… daripada engkau dilemparkan ke dalam neraka bersamaku selamanya.

Akan tetapi aku yakin… bahwa engkau lebih mencintaiku daripada kecintaanmu kepada Allah…!

Bahwasannya engkau lebih mendahulukan hawa nafsumu daripada ketaatan kepada Allah dan janji sorga yang masih jauh katamu.

Engkau adalah sahabatku yang terkasih…!





Yang menyesatkanmu,



ttd



Iblis yang terkutuk…. Pemimpin para Setan

Semoga dapat menyadarkan kita dan menjadikan kita lebih baik dari sebelumnya.

sumber:
http://www.facebook.com/InspirasiIslami1